MerawatAnjing.Org

Panduan Merawat Anjing Kesayangan

Menu

8 Penyebab Diare / Mencret Pada Anjing Yang Wajib Dipahami Pecinta Doggi

Diare termasuk salah satu gangguan saluran pencernaan yang paling sering melanda hewan seperti anjing. Diare sendiri bukanlah merupakan penyakit melainkan suatu gejala yang mengiringi adanya penyakit maupun gangguan pada tubuh. Perubahan baik berupa peningkatan frekuensi defekasi, volume maupun konsistensi feses mulai dari yang lembek hingga cair serta dapat disertai dengan ada tidaknya perubahan warna feses merupakan gejala umum diare. Meskipun diare mudah dikenali, namun untuk mengetahui penyebab dan penanganannya cukup kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi eksistensi fungsi saluran pencernaan tersebut. Berikut Faktor-faktor yang dapat menyebabkan diare pada anjing diantaranya :

1.Diet

Diet salah satu faktor yang menyebabkan anjing terkena diare, biasanya terjadi karena penggantian makanan secara mendadak, overeating, intoleransi makanan, dan adanya benda asing yang tidak dapat tercerna. Penggantian makanan secara mendadak dapat menyebabkan gangguan keseimbangan flora normal dalam saluran intestinal. sehingga tidak di anjurkan saat anjing melakukan program diet mengganti jenis makanan secara mendadak. penggantian makanan perlu dilakukan secara bertahap, dan mengkombinasikan makanan yang lama dengan yang baru dalam jangka waktu 1 minggu, supaya anjing dapat beradaptasi terlebih dahulu.

Anjing dapat mengalami intoleransi terhadap suatu zat maupun unsur kandungan tertentu dari makanan karena perbedaan sensitivitas individual .Selain itu anjing juga dapat mengalami intoleransi terhadap makanan yang spicy (banyak bumbu) dan berminyak yang biasanya terdapat pada jenis makanan rumahan. Contohnya anak anjing sering mengalami lactose intolerance dimana laktosa susu tidak dapat dicerna karena kekurangan enzyme lactase, sehingga menyebabkan penumpukan laktosa di usus dan memicu fermentasi mikroba berlebih yang berdampak pada diare osmotik. Penanganan yang dapat dilakukan adalah memberikan susu dengan kandungan laktosa yang rendah.

Diare dapat terjadi di sebab anjing yang suka mengkonsumsi makanan kurang bersih, sehingga bakteri pembusuk maupun toksin dalam makanan sampah yang dapat mengiritasi mukosa saluran cerna. Selain itu kebiasaan anjing menggigit benda-benda bertekstur keras maupun berserat di sebabkan oleh behaviour mereka menyukai hal tersebut. Seekor anjing yang mengalami gangguan di perut dan merasa tidak nyaman biasanya memakan sesuatu yang berserat seperti rumput, dengan cara itu anjing mengalokasikan stress yang terjadi oleh rasa tidak nyaman. Anjing yang melakukan hal serupa biasanya akan berdampak muntah dan lebih lanjut efeknya yang mengiritasi saluran cerna dapat menimbulkan diare karena rumput memiliki sifat mengiritasi.

2.Parasit intestinal

Parasit intestinal merupakan jenis cacing seperti cacing whipworms (cacing pipih), hookworms (cacing tambang), roundworms (cacing gilig) yang menyebabkan diare karena obstruksi dan perlukaan mekanis oleh infestasi cacing pada mukosa epitel usus dan kadang disertai dengan darah. Pada infestasi dalam jangka panjang cacing dapat menimbulkan anemia, penurunan bobot badan, bulu kusam, daya tahan tubuh menurun, bahkan perforasi (lubang) dinding usus. Jika anjing mengalami Parasit intestinal segera berikan obat cacing secara berkala setiap 3 bulan sekali untuk pencegahan.

3.Infeksi bakteri dan protozoa

Infeksi bakteri dan protozoa salah satu faktor yang menyebabkan anjing mengalami diare. Protozoa menimbulkan kerusakan sel-sel epitel usus karena berproliferasi secara intraseluler. Biasanya anak anjing jenis giardia dan coccidia lebih mudah terserang protozoa. Diare juga dapat di sebabkan oleh faktor lain seperti bakteri diantaranya E. coli, salmonella dan campylobacter. Bakteri ini dapat menyebabkan kerusakan sel epitel usus sehingga terjadi malabsorpsi, dapat menyebabkan septikemia (peredaran bakteri patogen dalam pembuluh darah) serta dapat menghasilkan enterotoksin sebagai hasil buangan metabolismenya. Pada umumnya penularan bakteri maupun protozoa dapat terjadi melalui makanan yang tercemar disamping itu juga bersifat zoonosis (dapat menular pada manusia).

4.Infeksi virus

Infeksi oleh virus ini dapat menyebabkan diare berdarah akut disertai muntah dan dehidrasi parah dan yang sering di temui biasanya bersifat fatal pada anak anjing yang belum divaksinasi adalah parvovirus dan coronavirus. Berbeda dengan infeksi lain, virus bersifat menular dengan tingkat morbiditas dan kematian terutama pada anak anjing. Pencegahan hanya dapat menggunakan vaksinasi yang dimulai anak anjing memasuki usia 6-8 minggu.

5.Obat maupun toksin

Toksin tidak hanya menimbulkan diare tapi juga muntah, bahkan untuk toksin golongan organophospate (insektisida) dapat disertai dengan gejala syaraf (kejang). Sedangkan Obat tertentu dapat menimbulkan efek samping diare, diantaranya NSAID (non steroidal anti-inflammatory agent) seperti aspirin, anthelmentik (obat cacing), obat antikanker serta beberapa jenis antibiotik tergantung sensitivitas individual.

6.Pancreatitis

Pancreatitis salah satu faktor pemicu anjing terkena diare, Pankreas yang mengalami peradangan dan mengalami gangguan produksi enzim pencernaan, sehingga menyebabkan ingesta dalam usus tidak dapat tercerna dengan baik. Pancreatitis dapat mempengaruhi motilitas normal pergerakan ingesta dan perkembangan mikroflora pencernaan, sehingga menimbulkan pertumbuhan mikroflora berlebih yang memicu anjing terkan diare. Gejala yang ditimbulkan diantaranya rasa sakit daerah abdomen, steatorrhea), dan bobot badan menurun. Secara umum diare yang terjadi bersifat kronis dan tidak disertai dengan darah maupun mucus (lendir).

7.Obstruksi saluran cerna

Obstruksi saluran cerna dapat disebabkan adanya benda asing maupun penyempitan saluran cerna yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti torsio (perputaran) saluran cerna, intussuceptio (melipatnya bagian usus ke dalam bagian usus lain), abcess, tumor intestinal, maupun perlekatan saluran misalnya oleh karena trauma. Gejala yang ditimbulkan selain diare juga dapat disertai muntah, anoreksia (nafsu makan menurun), depresi serta sakit daerah abdomen.

Anjing tua biasanya sering terjadi tumor intestinal dan terjadi di daerah rectum dan terminal colon. Tumor memiliki bermacam tipe, namun yang paling ganas diantaranya adenocarcinoma dan lymphosarcoma. Gejala yang ditimbulkan seiring dengan perkembangan tumor, yaitu diare kronis, bobot badan menurun, nafsu makan rendah, muntah dan feses berwarna hitam (akibat darah yang bercampur dengan hcl lambung di saluran cerna).

8.Inflammatory bowel disease

Inflammatory bowel disease atau lebih dikenal dengan peradangan di saluran cerna di sebabkan oleh peranan berbagai faktor seperti nutrisi, bakteri, genetik dan sistem imun yang menyebabkan reaksi hypersensitif sehingga terjadi gangguan permeabilitas dan lesion (luka) jaringan mukosa dan akhirnya berdampak pada terjadinya diare kronis.

Diare dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu diare yang bersifat akut dan kronis. Diare akut umumnya terjadi tiba-tiba dan berlangsung dalam durasi yang pendek hingga 1-2 minggu. Sedangkan bila diare terjadi secara persisten (lebih dari 3 minggu) atau memiliki sejarah berulang maka dapat dikategorikan sebagai diare kronis.

Ketika anjing mengalami diare akut ringan kondisinya tetap lincah dengan nafsu makan yang baik dan tanpa disertai gejala klinis lain maka kemungkinan diare yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor diet. Meskipun demikian baik diare yang bersifat akut maupun kronis tetap memerlukan perhatian khusus bila disertai dengan adanya gejala lain seperti nafsu makan berkurang, muntah, demam, lemas, mukosa pucat, diare disertai adanya darah maupun lendir, rasa sakit pada bagian abdomen dan lain sebagainya.

Pada kondisi ini sebaiknya anda segera memeriksakan hewan anda ke dokter hewan setempat untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyakit yang serius.

Info Perawatan Selain : 8 Penyebab Diare / Mencret Pada Anjing Yang Wajib Dipahami Pecinta Doggi

untuk mengatasi anak ajing mencret

Page

    Page

      Page